Karya: Nida Azka keluar dari mobil Rolls-Royce hitamnya, di ikuti oleh Alan, Galang, Zany dan Kenzo dari dalam. Kedatangan mereka tentunya menjadi pusat perhatian warga sekolah, bahkan seluruh para siswi Angkasa berteriak histeris saat melihat Azka yang tampannya bak dewa. Bisikan tentang Azka pun tidak ia hiraukan, Azka dan teman-temannya hanya melangkah terus menuju kelas mereka, hal itu sudah terbiasa mereka hadapi setiap harinya. Lalu tiba-tiba seorang siswi lancang memberhentikan langkah mereka, siswi itu memberikan hadiah kepada Azka. …
Karya: abd Mannan Namanya Sony, anak ini lahir dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya adalah seorang petani biasa yang kerjanya hanya mengurusi kebun milik pak Ahmad. Setelah kebun itu ada hasil panen maka upah itu ada di bagi hasil menjadi dua namanya pak amrin, sedang ibunya bernama Aminah, bekerja sebagai tukang jual kue keliling kempung. Setiap hari penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan saja, sedang anaknya Sony baru masuk kelas 2 SMP dia sudah memutuskan sekolah. Alasan utama dari dia keluar dari sekolah tersebut yah, karen…
Karya: Nida Sinar mentari mengintip di sela-sela jendela kamar Hawa. Minggu yang cerah mengawali aktivitas Hawa di pagi hari, walaupun tubuh gadis itu masih belum pulih akibat insiden penbuliyan di sekolahnya namun tak mengurangi semangat Hawa untuk tetap menjalani aktivitasnya. Ceklek Pintu kamar Hawa terbuka lebar, menampilkan sosok Humaira yang tersenyum lebar. Hawa jadi merinding jika Tetehnya itu sedang di rasukin jin atau sebangsanya, lagian siapa suruh pagi-pagi ketawa-ketawa nggak jelas! "Kenapa teh? Pagi-pagi udah senyum-senyu…
Karya: Nida Ruangan yang terlihat sunyi, seperti tidak ada kesibukan apapun didalamnya. Padahal tiga orang remaja sedang sibuk berkutik dengan soal-soal latihan untuk olimpiade nanti. Hawa, Azka, dan Arsya tampak fokus dengan lembaran latihan soal itu, jari jemari mereka dengan lihai mencoret-coret kertas putih itu. Hawa tak sengaja melihat jawaban milik Azka yang ternyata jawaban itu salah. "Ka, jawaban kamu salah," ucap Hawa. Azka lantas meneliti kembali jawabannya. "Apa yang salah? Kayaknya bener deh," ucap Azka. &qu…
Karya: Nida "Assalamualaikum," sapa Hawa saat sudah berada di ruang kepala sekolah. "Waalaikumsalam, kamu Hawa ya?" tanya Pak kepala sekolah. Hawa mengangguk singkat. "Iya pak saya Hawa." "Gini nak, kami selaku pihak sekolah akan mendaftarkan kamu lomba olimpiade tingkat nasional dengan teman kamu yang lainnya, mulai sekarang kamu dengan yang lainnya akan di bimbing oleh Bu Sonia untuk lomba nanti, kamu mau kan?" tanya Pak kepala sekolah. "Iya pak, insha Allah saya siap," jawab Hawa. "A…
Karya: Nida "Ini tugas kamu, lain kali aku nggak akan mau kerjain tugas kamu lagi. Kamu tuh punya tangan dan otak kerjain tugas sendiri!" ucap Hawa sembari meletakkan buku Fisika Akza di meja pemuda itu. Azka tersenyum tipis. "Kalau ada yang salah, lo harus siap-siap nerima hukuman dari gue," ucap Azka. "Nggak tau diri ya kamu, udah di kerjain masih aja nuntut sempurna," ucap Hawa. Azka berdiri dari duduknya, menatap Hawa dengan instens. "Berani lo sama gue?!" Bentaknya. "Ka, sabar dia cewek!" …
Karya: Nida Suara deruman motor menggema di sirkuit pada malam ini. Azka maupun Bagas sudah berada di garis start. Seorang wanita memberikan aba-aba dengan sapu tangannya pertanda pertandingan sudah di mulai. Kedua motor itu melaju dengan kencang. Azka memimpin di depan sedangkan Bagas sudah tertinggal jauh di belakang membuat Azka menciptakan seringaian tipis di balik helm full facenya. Masing-masing dari mereka mendukung Azka dan Bagas untuk memenangkan pertandingan ini. Di depan sudah terlihat garis finish, Azka menambah kecepatannya …
Karya: Nida Hawa, Fatimah dan Nasywa berjalan beriringan menuju kelasnya, suara obrolan terdengar renyah dari ketiganya. Jika mereka sudah berkumpul maka yang ada di sekelilingnya mereka lupakan. "Hawa, kamu nggak apa-apa kan? Aku dengar kamu di bully sama geng Shelin," ucap Nasywa. "Iya, sumpah parah banget emang si Shelin! Maaf ya kita kemarin nggak bantuin lo," ucap Fatimah. "Aku nggak apa-apa kok, kalian tenang aja," ucap Hawa. "Tenang gimana! Kalau lo aja di bully kayak gitu! Pokoknya kita harus bales …
Karya: Nida Hawa menghempaskan tubuhnya di ranjangnya, mata gadis itu terpejam, mengigat kejadian yang baru saja ia alami di sekolah barunya. Hembusan nafas gusar terdengar dari mulutnya, sungguh ia tak menyangka jika ia akan di pertemukan siswa seperti Azka. Kejam dan sok paling berkuasa, lalu pikirannya tertuju juga dengan sosok Asrya, siswa yang terlihat berwibawa di matanya. Hawa tak tahu jika Arsya tak menolongnya saat ia di bully tadi nasibnya akan seperti apa, mungkin sangat kacau? Ceklek Pintu kamar Hawa terbuka menampilkan sosok Ada…
Karya Abd Mannan "Sepertinya tahun ini aku tidak mudik mad" seru firman temanku yang sedari tadi melamun. "Kenapa man, bukannya kamu sudah niat dari tahun kemaren" tanyaku padanya "Yah, mau pulang uang gak nipis apalagi sekarang masih pendemi mad" jawabnya dengan nada ringan. "Seng sabar yang penting kamu sekarang masih di beri kesehatan sama yang maha kuasa, kita merantau untuk keluarga juga aku juga mau pulang sebenarnya tapi masih ada yang perlu di persiapkan." Jelasku padanya. " Sudah yuk tara…
Social Plugin