Oleh : Lazuardi
Amal adalah tubuh, sementara ikhlas adalah ruhnya. Setiap jasad tanpa ruh di dalamnya adalah bangkai, dan tentu akan dibuang. Barang siapa mengerjakan suatu amalan untuk Allah SWT tanpa disertai ikhlas, ia laksana orang yang menghadiahkan mayat budak ke seorang penguasa demi mendapat ridanya. Jadilah hadiah itu sebagai penghinaan bagi sang penguasa. Ini berarti ia menyerahkan diri untuk mendapat siksa. Ikhlas adalah modal hamba, sedangkan amal adalah labanya. Jika ikhlas terkena cacat, laba dan modalnya akan melorot, dan si hamba menjadi pailit dan melarat.
Ikhlas adalah pemurnian. Kalau orang Arab berkata, "si fulan mengikhlaskan cintanya kepada si fulan, " itu berarti orang itu memurnikan cintanya dan tidak mencampurnya dengan sesuatu yang lebih rendah dari cinta, yang dengannya cinta menjadi cacat. Seperti seorang lelaki menyukai seseorang. Lalu ia memintanya berkunjung agar ia bisa melihat wajahnya demi mengobati hatinya yang terbakar api cinta dan kerinduan untuk melihat wajahnya. Ia tidak mencampuri cinta dan kerinduannya itu dengan ketamakan terhadap sesuatu yang akan diperolehnya dari sang kekasih (ia hanya ingin melihat wajahnya, dan tidak mengharapkan hadiah yang dibawanya). Demikian pula hamba dalam mencintai Tuhan-nya, kerinduan untuk melihat wajah-Nya membuatnya gelisah dan cintanya tidak tercampuri ketamakan terhadap seluruh nikmat surga yang akan diperolehnya selain melihat wajah-Nya.
Ikhlas berarti terbebas dari washm (cela). Washm adalah aib yang menodai amal dan bertekad seperti bakung menodai madu. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bagi pecinta "berharap" adalah aib. Amsal, jika dua orang lelaki mengunjungi kekasih mereka, yang satu mengunjunginya karena rindu ingin melihat wajah kekasihnya tanpa maksud lain, sementara lelaki yang satu lagi mengunjungi kekasihnya untuk melihat wajah sang kekasih sekaligus ingin memperoleh pemberian yang mungkin dihadiahkan kepadanya. Tentu kunjungan kedua lelaki ini sangat berbeda. Yang pertama tulus dan sempurna, sedangkan yang kedua bernoda dan bercela.
Ikhlas termasuk obat yang setiap kali dikenakan pada bagian yang sakit, pasti pulih kembali. Tetapi, ikhlas dibilang sedikit, hampir hilang, bahkan dikhawatirkan lenyap. Dalam satu ungkapan disebutkan, "Hal paling sedikit yang diturunkan dari langit ke bumi adalah ikhlas. Ia merupakan salah satu sirr (rahasia) Allah SWT yang Dia titipkan di hati orang yang telah dipastikan akan mendapat keistimewaan dan pertolongan. " Kesungguhan adalah pokok dan ikhlas adalah cabangnya. Kadar keikhlasan seorang hamba sebanding dengan kadar kesungguhannya. Jika Allah SWT menghendaki seorang hamba-Nya baik, dia akan mendasari amal-amalnya dengan kesungguhan dan mencampurnya dengan keikhlasan, serta menjadikan "pertemuan Dengan-nya" Sebagai sesuatu yang paling dicintainya.
0 Komentar