Tebar Cinta Dibulan Ramadhan

 

Karya : Lazuardi

    Ramadhan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Shaum Ramadhan dalam hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, atau sedang mengalami menstruasi. Kewajiban ibadah shaum pada bulan Ramadhan turun pada bulan sya'ban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Makkah ke Madinah. Bulan Ramadhan diawali dengan penentuan bulan sabit (hilal) sebagai pertanda bulan baru. 

    Bulan suci ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan. Manusia berbondong-bondong mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah ini.   

     Tibalah Bulan Ramadhan, orang-orang beriman bertaqarrub (mendekatkan diri) menjalani hari dengan beramal shaleh. Pada bulan Ramadhan ini umat islam menjalankan ibadah shaum dari mulai terbit matahari sampai dengan terbenam matahari. 

    Selama menjalankan ibadah shaum umat muslim dilarang untuk makan, minum, merokok, dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala shaum, seperti berkata hal-hal yang buruk (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi. Maka dari itu, berbuat baik terhadap sesama dan saling tolong menolong serta saling menasihati satu sama lainnya. Agar pahala yang kita dapat senantiasa diridhai oleh Allah SWT. 

      Bulan Ramadhan bulan penuh Rahmat, bulan yang paling mulia dari bulan-bulan lainnya. Orang-orang beriman  berlomba-lomba menggapai ridho Allah SWT dibulan maghfirah ini dengan beribadah melaksanakan shalat, menjalankan shaum,  bersedekah serta berbuat baik kepada sesama. 

     Manusia yang tak luput dari kesalahan dan seringkali enggan berbuat kebaikan. Baik itu kepada dirinya atau kepada yang lainnya. Peluang kebaikan yang sangat luas dan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin berbuat baik. Kebaikan yang sampai kepada yg lain pahala yg didapatkan sama dengan apa yang ia kerjakan. Seperti dalam hadits: 

من دل على خير فله مثل اجر فاعله

" Barangsiapa yang mengikuti kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan nya." (HR. Muslim no 1893) 

Jadilah manusia yang bermetamorfosa simbiosis mutualisme saling menguntungkan satu sama lain. Karena pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya 

Dan jadilah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya 

Imam Ath-Thabrani meriwayatkan, bahwasanya: 

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاس

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Ausath, juz VII, hal. 58, dari Jabir bin Abdullah r.a.. 

Dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitab: As-Silsilah Ash-Shahîhah)

    Kebaikan yang mengantarkan kita pada surga-Nya. Kebaikan-kebaikan yang terus mengalir, bermunajat memohon ampunan. Imam Hasan Al-Bashri berkata: 

" Lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena engkau tidak pernah tahu kebaikan yang mana yang membawamu ke surga."

Posting Komentar

0 Komentar